Hendra W Saputro

perbandingan2

Tulisan ini mencoba untuk sekedar beri contoh format perkenalan untuk para alumni Teknologi Pertanian lainnya. Bisa ceritakan tahun masuk di TP, aktivitas selama di TP, publikasikan diri tentang pekerjaan dan aktivitas terkini. Bisa juga berisi harapan-harapan yang belum tercapai semasa kuliah di TP ataupun harapan umum bagi perkembangan Teknologi Pertanian pada umumnya. Tujuan lainnya adalah beri informasi kepada sesama alumni lainnya. Siapa tahu bisa click connected ke jenjang lain.

Mungkin, saya akan memberikan sekelumit contoh perkenalan diri dibawah ini. Tentunya ala kadarnya dan belum sempurna.

Saya Hendra, seorang pecinta Teknologi Pertanian Indonesia. Pertama kali masuk ke dunia Teknologi Pertanian (TP) pada tahun 1996. Menjalani perkuliahan dengan apa adanya, tanpa punya harapan untuk menjadi seorang yang sempurna dan bercita-cita.

Sambil kuliah, saya pun berusaha aktif di dunia kampus, khususnya organisasi mahasiswa TP. Bisa dibilang, semuanya atas penunjukkan oleh teman-teman sesama TP yang mempunyai ‘kuasa’ dalam organisasi internal kampus. Penunjukan pertama menjadi anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) entah dibagian mana. Ketika masuk TP, masih belum ada organisasi kemahasiswaan yang membawahi Jurusan. Maka pada jaman saya, berdirilah himpunan-himpunan mahasiswa yang mewakili jurusan.

Lagi-lagi, secara aklamasi sebagai kambing hitam, saya ditunjuk oleh mahasiswa/i jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) untuk menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan THP. Perjalanan dilanjutkan mengikuti ‘kontes’ calon Ketua Senat. Rupanya, suara hanya selisih beberapa biji saja dari rekan saya dan akhirnya tidak terpilih.

Pada tahun berikutnya, mahasiswa Teknologi Pertanian seluruh Indonesia berkumpul di IPB Bogor untuk deklarasi menyuarakan aspirasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terbentuklah Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia (IMTPI) dengan Sekretaris Jendral pertama Ali Rahman dari IPB dan Wakil Sekjen terpilih Hendra W Saputro dari Universitas Udayana.

Perjalanan berlanjut, setelah Kuliah Kerja Nyata (KKN) rupanya saya lebih senang mendalami teknologi internet marketing. Pemicunya adalah krisis ekonomi tahun 1998 – 2000 yang memaksa saya mau tidak mau harus bekerja untuk bisa hidup. Beruntung tanpa kesulitan berkat informasi dari teman, akhirnya bekerja sebagai penjaga warnet. Lagi-lagi, mau tidak mau selalu berhadapan dengan internet dengan segala pernak-perniknya. Dari situlah proses pendalaman teknologi internet dan website berlangsung pelan tapi pasti. Dengan rumusan Bisa karena Terbiasa, akhirnya pada tahun 2002 – sekarang, saya bekerja sama dengan teman-teman sesama penjaga warnet mempunyai usaha web hosting Indonesia, pendaftaran domain name, web design dan konsultan perdagangan online (e-commerce) serta internet marketing (IM) dengan bendera bernama Bali Orange Communications.

Akhir-akhir ini, saya berusaha memaksimalkan semua potensi yang ada termasuk menjadi marketer produk-produk yang sekiranya mampu ditangani sendiri dan bekerja sama dengan pihak produsen. Melalui teknologi internet, saya coba memasarkan miniatur kerajinan kapal dan kerupuk rambak. Boleh dibilang memilih jualan produk makanan rambak adalah salah satu cara saya mengembalikan ‘roh’ Teknologi Pertanian yang telah lama ‘bergentayangan’.

Teknologi Pertanian sekarang lebih mapan dari waktu pertama kali saya masuk. Fasilitas nya bertambah modern, dosen nya cerdas dan sudah tidak ‘mikir’ cari proyek lain. Rupanya lebih fokus kepada mahasiswanya. Mungkin keadaan perekonomian Indonesia semakin membaik dengan keterpihakan pemerintah di dunia pendidikan.

Semoga TP mampu ‘meluruskan’ niat awal mahasiswanya untuk tetap konsisten pada bidangnya. Tanpa harus bingung bagi lulusannya untuk mencari pekerjaan. Harapannya sih, TP mampu menciptakan usahawan yang datangnya dari kampus.

Semoga pula, kehadiran IKATEPAYANA ini mampu memberikan terobosan baru bagi adik-adiknya. Mampu menjadi Public Relations, mampu menjadi tempat mengolah potensi, menjadi motivator dan inovator bagi generasi lulusan TP berikutnya.

Itu dulu pak, mohon maaf jika ada salah kata. Terima kasih.

Leave a Reply